Selamat Datang di Situs Pasar Lelang Online, Disperindag Jatim

DISPERINDAG TERUS PERKUAT PASAR IKM

19/11/2009 - Disperindag Jatim kini terus berupaya mengkonsentrasikan programnya pada perbaikan kualitas produksi dan perluasan pasar Industri Kecil Menengah (IKM). Setelah beberapa unit kerja menggelar kegiatan sinergi, kini giliran Unit Pelaksana Teknis (UPT)-nya Mamin (Makanan-Minuman) dan Kemasan yang memacu kinerjanya untuk kegiatan tersebut. Unit Pelaksana Kegiatan Industri Mamin dan Kemasan (UPT) yang baru lahir sebagai dampak dari munculnya PP 41/2008 tentang Organisasi dan Perangkat Daerah itu kini mulai berbenah dan menunjukkan eksistensinya.

Kepala UPT Industri Mamin dan Kemasan, Ir Any Mulyandari MM saat dikonfirmasi, Rabu (26/8) mengatakan, beberapa waktu terakhir ini pihaknya telah melakukan beberapa kegiatan layanan guna mendongkrak kualitas kemasan dan perluasan pasar IKM. Sedikitnya, delapan kabupaten/kota telah diberikan layanan guna perbaikan kemasan produk IKM-nya, di antaranya, Kabupaten Magetan, Kabupaten Madiun, Kabupaten Sidoarjo, Tuban, Blitar, Tulungagung dan Kota Surabaya.

Tidak itu saja, UPT malah telah mendapat permintaan layanan dari luar pulau, yakni Marabahan Batola, Kalimantan Selatan dan Ternate. Itu karena kita sosialisasikan kegiatan kita pada saat pameran-pameran. Alhamdulillah, mulai tumbuh kepercayaan dari daerah dan bahkan luar pulau, ujarnya.

Any mengungkapkan, saat ini pihaknya memang terus mengupayakan peningkatan kualitas produk IKM dengan perbaikan desain kemasan (packaging). Baginya, kemasan adalah bagian dari brand dan image yang harus tampil menarik serta mengesankan. Sebab, tidak sedikit produk yang terangkat hanya karena menang dalam mengangkat image di masyarakat.

Dengan perbaikan desain kemasan yang kita lakukan, banyak jajan desa yang dulu hanya dijual di pasar kini berpindah ke supermarket. Kesannya, jajan itu menjadi lebih cantik, dan menarik, tambahnya.

Ia menjelaskan, fungsi kemasan terhadap produk sesungguhnya bukan hanya berkaitan soal penampilan, namun juga soal kesehatan. Kerap kali produk jajanan dikemas dari bahan yang tidak aman dan dengan waktu penyimpanan yang cukup lama, akhirnya terjadi kerusakan pada makanan. Target kita bukan hanya aspek penampilan saja, namun juga aspek kesehatan dan keamanan. Jadi dengan pembinaan yang kami berikan, kita harapkan produk-produk tersebut bisa lebih luas pemasarannya dan lebih aman konsumsinya, jelasnya.

Ke depan, Any akan terus mengupayakan penambahan jumlah IKM yang menjadi sasaran layanannya di berbagai daerah di Jatim. Mengingat jumlah insudtri mamin di Jatim cukup besar. Namun, demikian, secara bertahap ia juga berharap bisa memperbaiki kondisi kantornya yang masih butuh pembenahan.

Berdasar data Disperindang, jumlah industri makanan dan minuman di Jatim pada tahun 2008 sebanyak 94.750 unit. Jumlah itu meningkat 5% dari tahun sebelumnya yang sebanyak 90.238 unit. Dalam kurun dua tahun sebelumnya, perkembangannya juga mengalami kemajuan 5 % per tahun, yakni 85.942 unit pada tahun 2006 dan 79.974 unit pada tahun 2004.
Perkembangan industri kecil makanan minuman Jawa Timur mulai dari 2004 hingga 2008 terus meningkat 5%. Pada 2004 jumlah IKM mengalami perkembangan 5%. Pada 2005 jumlah IKM meningkat menjadi 79.974, perkembangan 4,1%. Pada 2006 sekitar 85.942. Sedangkan 2007 mencapai 90.238. Untuk 2008, jumlah IKM mencapai 95.750
="72" colspan="2">
CopyRight © 2009, Disperindag Jawa Timur